Festival Teluk Jailolo tentu tidak bisa dipisahkan dari Jailolo, ibukota kabupaten Halmahera Barat (HalBar). Terbentuk resmi sejak 25 F...
Festival Teluk Jailolo tentu tidak bisa dipisahkan dari Jailolo, ibukota kabupaten Halmahera Barat (HalBar). Terbentuk resmi sejak 25 Februari 2003, Halbar berdiri sebagai sebuah wilayah pemerintahan kabupaten bersama Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Sula Kepulauan, dan Kota Tidore Kepulauan. Semuanya merupakan hasil pemekaran provinsi Maluku Utara (Malut) yang semula juga setingkat kabupaten. Karena itulah, mengkaji Jailolo akan selalu terkait dengan Maluku Utara. Sebagai sebuah kabupaten, Halmahera Barat berbatasan langsung dengan: Kabupaten Halmahera Utara (Utara), Kota Tidore Kepulauan (Selatan), Halmahera Selatan dan Halmahera Timur (Timur), serta Laut Maluku dan Kota Ternate (Barat).
Kejayaan masa lalu sebagai bagian dari The Spice Islands masih dapat kita temui sampai sekarang di Jailolo. Pala dan cengkeh menjadi komoditas utama selain kopra. Salah satu kelompok masyarakat yang menjadikan pala sebagai sumber penghasilan adalah masyarakat Desa Mutui. Untuk mencapai Desa Mutui harus menggunakan Ketinting (perahu kayu bermuatan maksimal 5 orang) selama kurang lebih 30 menit dari Jailolo.
Festival Teluk Jailolo Event: 17 Mei 201;, Golden Space Adventure & Ritual Laut "Sigofi Ngolo". 18 Mei 2012; Pesta Adat. 19 Mei 2012; Cabaret On The SeaKesetiaan masyarakat setempat terhadap adat istiadat warisan nenek moyang tergolong luar biasa. Masyarakat Jailolo sampai hari ini masih menjalankan tradisi upacara makan minum bersama di Sasadu, rumah adat beratap anyaman daun sagu, pada kisaran Mei dan Juni. Sambil menikmati sajian, mereka akan membawakan tarian dan lagu tradisonal, termasuk tarian “Legu Salai” dan “Sara Dabi-Dabi” yang sering ditampilkan pada saat upacara adat.
THE AMAZING OF GOLDEN SPICE ISLANDS
Pada abad 16, pasukan Portugis, beruntung telah tiba di tanah Ternate yang ia sebut sebagai Spice Islands. Nasibnya bisa dibilang lebih baik jika dibandingkan dengan Colombus yang meskipun berlayar untuk tujuan yang sama, yaitu mencari sumber rempah-rempah tetapi membuatnya, tersesat’ hingga menemukan benua Amerika. Cengkeh dan pala yang mereka cari dalam perjalanan yang menempuh separuh dunia ternyata menjadi kenyataan di depan mata.
Betapa tidak, saat itu rempah-rempah adalah komoditas termahal di Eropa dengan nilai melebihi emas, karena sangat derasnya permintaan akan rempah-rempah tersebut. Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2012 kali ini akan mengangkat tema The Amazing of Golden Spice Islands, di mana eksistensi rempah atau sang emas yang konon bisa ‘membuat orang akan hidup selamanya’ ini hanya dimiliki oleh negara kita, khususnya ada di daerah Maluku Utara. Konsep acara akan mengangkat keagungan dan keistimewaan rempah-rempah yang harumnya tercium ke benua Eropa sehingga membuat mereka bersedia mempertaruhkan nyawa untuk berlayar membelah bumi sampai ke ujung dunia, dan berkompetisi dengan bangsa Eropa lain demi mendapatkan harta yang sangat berharga ini.
Upacara Bersih Laut
Salah satu rangkaian acara di Festival Teluk Jailolo selain berbagai festival dan hiburan rakyat adalah adanya Upacara Bersih Laut. Upacara yang akan diadakan di Pantai Bobo, Jailolo pada hari pertama festival ini dibuka merupakan ritual adat masyarakat setempat, memberikan sesembahan kepada alam dan khususnya laut, demi berlangsungnya kelancaran acara.
Upacara Bersih Laut merupakan acara yang melibatkan kesultanan Jailolo. Bersama belasan iringan kapal yang dihiasi ornamen lokal khas Jailolo membuat pemandangan menjadi semarak dan memanjakan mata!
Lihat khatulistiwa.info di peta yang lebih besar
Kesakralan acara ini juga akan terasa ketika kapal kesultanan tersebut berhenti untuk berdoa dan menabur sesembahan untuk alam. Perjalanan tidak berhenti di sana, rombongan berlanjut menuju Pulau Buabua, sebuah pulau yang tidak berpenghuni yang menjadi tempat berziarah masyarakat lokal. Beberapa persembahan terakhir pun dilakukan di Pulau Buabua.
Cultural Party
Libatkan diri anda dan tajamkan semua indera perasa anda, karena 1 hal yang harus and lakukan selama acara ini adalah; bersenang-senang! Ayo bergaul bersama keramahan masyarakat Jailolo dan ikut serta dalam acara bakar ikan sebanyak 10 ton yang diadakan di pinggir laut di hari kedua festival! Lupakan diet sejenak dan gembira bersama!
Lidah dan perut anda tidak berhenti dimanjakan dalam acara pesta adat ini. Acara Horom Sasadu pun menjadi acara yang terlalu menarik untuk dilewatkan. Berbagai perpaduan kelezatan makanan dan ritual adat di sebuah rumah adat lokal bernama sasadu menambah kesyahduan acara pesta adat ini. Berbaur dan melebur menjadi satu bersama masyarakat lokal, merasakan kearifan budayanya, dan kelezatan cita rasa lokalnya.
Sampai berjumpa di Festival Teluk Jailolo 2012
17 – 19 May 2012!
sumber: photo & text http://festivaltelukjailolo.com







COMMENTS